Kamis, 29 Maret 2018
Rabu, 28 Maret 2018
Sabtu, 26 Agustus 2017
KESATUAN yang UTUH
EFESUS 2 : 11 - 22
Kesatuan merupakan pencerminan Ketritunggal Allah.
Kata KITA dalam kejadian 1:26 dibandingkan dengan
Kejadian 1:1-3 adalah bukti dari kesatuan itu.
Allah sangat memperhatikan kesatuan kecuali
peristiwa Kejadian 11:1-9
Dalam Efesus 2 : 11 – 22 Allah mempersatukan:
1. Orang
Yahudi dan Non Yahudi
2. Manusia
dengan Allah.
1. Oranng
Yahudi dan Non Yahudi
Ayat 11 – 15.
Kita ini diumpakan sebagai orang asing
yang diadopsi atau dinaturalisasi menjadi warga negara.
Penyatuan ini menjadikan kita
orang-orang kudus, semua ini merupakan kasih karunia yang kita terima.
Ayat 11 dengan tegas menyatakan bahwa: “Sebab
itu ingatlah........... kita diminta untuk mengingat siapa kita
sebenarnya dimasa lalu.
Ini penting untuk mengajarkan kita hidup dalam
pengucapan syukur dan menyerahkan seluruh hidup dan kehidupan kita kepada
sumber kasih karunia itu sendiri.
2. Manusia
dengan Allah.
Ayat 16
Semenjak kejatuhan di taman eden,
manusia terpisah dari Allah sang Pencipta.
Manusia kehilangan:
a. Persekutuan
yang intim dengan Allah.
Alkitab mencatat bahwa tiap hari Allah memiliki waktu istimewa dengan
manusia (Kejadian 3:8)
b. Citra
Allah.
c. Kuasa
d. Keharmonisan
dengan manusia.
Manusia berusaha dengan kemampuannya untuk
menyatukan hubungan dengan Allah tetapi semuanya sia-sia, karena manusia telah
kehilangan Citra Allah. Roma 3 : 23, dan
Yesus menyembantani keterpisahan ini dengan SALIB.
Banding 1 Petrus 2:10
DAMPAK.
1. Ayat
17. Damai sejahtera.
Lihat Yohanes 14:27
Dalam kesatuan ada damai sejahtera.
2. Ayat
18. Memperoleh jalan masuk kepada Bapa.
Kita menjadi kerajaan imamat. 1 Petrus
2:9
3. Ayat
19. Menjadi Warga Kerajaan Allah.
Satu kesatuan dalam keluarga Allah dan
menjadi orang-orang kudus.
4. Ayat
20-22. Bangunan Kudus tempat kediaman Allah.
Refleksi.
Kesatuan tubuh Kristus (Gereja Tuhan selaku
orgaginisasi maupun organisme) merupak pencerminan dari kehidupan Allah Tri
Tunggal.
Oleh sebab itu semua perbedaan merukan kekuatan
yang membawa dampak kedamaian bagi dunia ini sehingga dunia melihat Allah
didalam Gereja.
SERIUS dengan TUHAN
ULANGAN 6 : 4 - 9
Ketahuilah:
Tahun-tahun di mana kita hidup saat ini, merupakan tahun Pemulihan dan Penuaian, inilah tahun emas, itulah sebabnya
Allah membutuhkan orang-orang yang serius dengan pengiringannya.
Kata SEGENAP
artinya SEUTUHNYA, SEPENUHNYA, SELURUHNYA tidak setengah atau sebagian.
Allah minta 100%
kehidupan kita diserahkan kepada-NYA
Allah akan berurusan
dengan umat-NYA yang tidak serius dengan DIA.
Wahyu 3:15-16
Kata HATI, JIWA dan
KEKUATAN berbicara tentang keseluruhan kehidupan kita tanpa ketercuali.
Kata
"HARUSlah" merupakan "PERINTAH" yang tidak bisa
dikompromikan atau unsur tawar menawar.
Ingat
Diawali dengan pernyataan bahwa Allah itu ESA
yang artinya Tuhan tidak ingin ada yang lain, menggantikan posisinya.
Ini penting bagi kehidupan kekristenan.
ANAK KUNCI
1.
KETAATAN.
Berbicara
tentang ketaatan berarti berbicara tentang “TUNDUK terhadap OTORITAS” secara
mutlak, tanpa syarat.
a.
Tundak pada
otoritas TUHAN.
Kisah Kepercayaan Abraham diuji
(Kejadian 22:1-19)
b.
Tunduk pada
otoritas Pemimpin.
Kisah kehidupan Samuel ditengah-tengah
keluarga Imam Eli (1 Samuel 3)
c.
Tunduk pada
hirarki.
Ada banyak kehidupan sosial memiliki
struktur secara hirarki, dan kita diminta untuk menghormati.
Penundukan istri terhadap suami, hamba
terhadap tuan.
Ketaatan merupakan SIMBOL KESETIAAN
2.
Berjalan di Jalan TUHAN (Mikha 4:5)
Berjalan
di jalan Tuhan merupakan keputusan hati yang akan membuat kehidupan kekristenan
kita mencerminkan keseriusan dengan TUHAN.
a.
Pikul salib
(Matius 10:38)
b.
Melawan sistem
dunia (Daniel 11:31-32)
c.
Takut akan Tuhan.
Kisah Yusuf dengan istri Potifar.
(Kejadian 39. *Ayat 8-9)
3.
Membangun kepedulian.
Kita
bertumbuh di dalam Gereja dan berrbuah diluar gereja.
Pelayanan
kita harus melewati tembok gereja dan menembus kehidupan di luar gereja agar setiap
orang melihat Yesus di dalam kita.
a.
Mengambil
tanggung jawab.
Kisah Yesus memberi makan 5000 orang.
(Matius 14:13-20 *ayat 16)
b.
Mempertebal
kepekaan sosial.
Matius 25:36-42 *Ayat 40.
Penutup.
Allah sangat
berurusan dengan kehidupan kekristenan kita,
Refleksi...........
Seberapa serius
kehidupan kekristenan kita saat ini, adakah hal yang lebih penting dalam
kehidupan kita melebihi YESUS.
Adakah hal terindah
dalam hidup kita yang telah menggantikan posisi YESUS dalam hidup kita?
TUHAN lagi mencari
orang-orang yang mau serius dengan DIA untuk bersama-sama terlibat dalam
rencana-NYA yang besar.
Minggu, 23 Juli 2017
HIDUP yang CUKUP
1 Timotius 6 : 6 - 10
CUKUP menurut Kamus: Dapat memenuhi kebutuhan; tidak kurang;
memuaskan dan lengkap; Alkitab mengajarkan kita untuk hidup CUKUP.
Nats yang kita baca; ada 2 hal penitng yang harus kita
renungkan tentang kata CUKUP untuk kehidupan kita;
1.
Ibadah
yang CUKUP. Ayat 6
Ibadah
yang cukup bukan sebagai rutinitas belaka namun berbicara tentang frekwensi
ibadah dan kualitas ibadah.
Ibadah adalah KEKUATAN dan juga PUPUK IMAN bagi orang
Kristen, karena dalam ibadah ada PENGAJARAN IMAN; 1 Timotius 3 : 16
Dan sesusngguhnya
agunglah rahasia ibadah kita: “Dia, yang telah menyatakan diri-NYA dalam rupa
manusia, dibenarakan dalam Roh; yang menampakan dirinya kepada
malaikat-malaikat, diberitakan diantara bangsa-bangsa yang tidak mengenal
ALLAH; yang dipercayai di dalam dunia, diangkat dalam kebenaran”
Ibadah mengandung JANJI KEKEKALAN namun berdampak pada
KEHIDUPAN sekarang. 1 Timotius 4 : 8
Latihan badani terbatas
gunanya, tetapi ibadah itu berguna dalam
segala hal, karena mengandung janji, baik untuk hidup ini maupun untuk
hidup yang akan datang.
Ibadah yang cukup harus didasari pada RASA TAKUT dan HORMAT
kepada TUHAN. Mazmur 2 : 11
Beribadahlah kepada TUHAN
dengan takut dan cium kaki-NYA dengan gemetar.
Lihat kisah perempuan
yang mencium kaki Yesus; Lukas 7 : 38
Ibadah bukan sekedar LITURGI GEREJA tapi
IBADAH adalah bagaimana kita menghidupi KEBENARAN ALKITAB dalam setiap ruang
kehidupan kita.
Roma 12 : 1
2.
CUKUP
ada makan dan pakai. Ayat 8
Hal yang ke 2 ini sangat dipengaruhi
oleh hal pertama. Kualitas ibadah akan mempengaruhi nilai kita tentang makanan
dan pakaian (materi)
Kita harus mengintrospeksi diri terkait makan dan pakai,
apakah ini sebagai GAYA HIDUP atau sebagai IBADAH. Lihat 1 Timotius 2 : 10.
Jika nilai kita untuk makan dan pakai
adalah GAYA HIDUP (Life Stile) maka UANGlah yang akan menjadi FOKUS kita;
sedangkan ALLAH di dalam YESUS menginginkan kita memfokuskan pencarian makna kehidupan kita adalah "Kerajaan Allah".
Matius 6 : 33
Tetapi carilah dahulu
kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya
akan ditambahkan kepadamu
Saat ibadah menjadi kebiasaan dan hanyalah rutinitas agamawi
maka nilai kehidupan yang kita bangun adalah konsumsiisme dan matrialistis. Ini
merupakan jebakan untuk orang kristen memakai segala cara untuk memenuhi GAYA HIDUPnya
sekalipun itu menurunkan nilai ibadah.
Tetapi orang yang memiliki kekuatan ibadah dan merasa cukup
akan tetap bersyukur untuk apa yang dimakan dan dipakai.
Matius 6 : 32
Semua itu dicari oleh
bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah. Akan tetapi Bapamu yang di sorga tahu,
bahwa kamu memerlukan semuanya itu.
cukup
dalam konteks ini adalah
mensyukuri
anugerah dan berkat TUHAN dalam kehidupan keseharian tanpa menyalahkan serta hidup berpadanan pada apa yang ada
Langganan:
Postingan (Atom)
RESONANSI: suara dari tanah terluka
Theys Hiyo Eluay “Orang Papua ingin dihargai sebagai manusia yang bermartabat di tanahnya sendiri.” RESONANSI: Suara dari TANA...
-
Sungai Lobwaer di masa lalu berada di Wilayah Kerajaan LOBWAER namun kini berada di wilayah pemerintahan Desa Ad Ohoivit Mel ohoiru, Keca...
-
Theys Hiyo Eluay “Orang Papua ingin dihargai sebagai manusia yang bermartabat di tanahnya sendiri.” RESONANSI: Suara dari TANA...
-
Menjadi Manusia BARU Efesua 4 : 17 - 32 Oleh : Ps. Sefnat JD. Lobwaer. Kehidupan yang diberikan oleh TUHAN YESUS sebagai anugerah bagi manus...